MRI adalah teknik pencitraan medis menggunakan medan dan gradien magnet kuat serta gelombang radio untuk menciptakan gambar bagian dalam tubuh manusia secara detail.
Dikembangkan sejak tahun 1970an kini MRI sering digunakan untuk melihat struktur lunak seperti otot dan otak apabila dicurigai terdapat gangguan namun sulit tampak pada pemeriksaan sinar X.
Beberapa pemeriksaan yang sering dilakukan dengan MRI adalah otak dan saraf tulang belakang, tulang dan sendi, payudara, jantung dan pembuluh darah, organ internal seperti hati/liver, rahim, dan kelenjar prostat.
Saat dilakukan pemeriksaan MRI, pasien akan diposisikan berbaring dengan posisi kepala dan atau badan yang diperiksa memasuki mesin MRI yang berbentuk tabung besar di dalam ruangan dengan dinding tebal dan kedap suara.
Ruangan MRI didesain khusus agar keamanan kerja magnet tidak mengganggu alat lain dan segala bentuk logam tidak mengganggu kinerja pemeriksaan. Oleh karena itu, setiap pasien MRI juga diharuskan memberitahu staf dan dokter Radiologi apabila memiliki alat implan di tubuh. Segala bentuk logam aksesoris atau yang terdapat pada pakaian yang dikenakan juga harus dilepas.
Pada saat pemeriksaan, seorang radiografer akan melakukan pengoperasian mesin MRI dari luar ruangan, lamanya pemeriksaan bervariasi bergantung permintaan dokter pasien yang memintakan pemeriksaan MRI. Berbeda dengan pemeriksaan sinar X seperti X-Ray biasa, MRI dilakukan seperti menjahit baju sesuai ukuran pasien. Artinya, setiap pemeriksaan MRI adalah unik tergantung dari apa yang dimintakan dari rujukan. Oleh sebab ini lah pemeriksaan ini bisa memakan waktu 40 menit hingga 2 jam atau lebih.
Berbeda dengan pemeriksaan radiologi biasa, pemeriksaan yang lama ini juga bisa mengganggu kenyamanan pasien. Pada pasien tertentu yang memiliki ketakutan saat sendirian atau pada suara bising mungkin perlu mendapatkan terapi khusus sebelum dilakukan pemeriksaan. Pada saat pemeriksaan, biasanya pasien akan dikenakan dengan headset untuk mendengarkan musik atau radio agar bisa teralihkan dari suara mesin MRI yang bisa mengganggu kenyamanan.
Tidak semua pasien membutuhkan pemeriksaan MRI. Indikasi biasanya diberikan apabila memanya penyakit atau kondisi pasien perlu pencitraan canggih yang detail dan rinci.